jump to navigation

Matic or motor laki? July 13, 2011

Posted by andre455 in Otomotif.
Tags: , , , , ,
trackback

– Tulisan ini dibuat sebagai pengamatan nubi yang relatif masih “rookie” pakai motor matic.

Di kota besar macam DKI ini kalo bros dan sis sekalian perlu bepergian ke lebih dari 2 tempat dalam sehari rasanya perlu agak berhitung soal waktu tempuh. Dan karena kemacetan di DKI adalah faktor konstan, maka “cara utk menikmati” kemacetan juga jadi penting.

Illustrasi traffic DKI 13 Juli 11.35 AM via google maps

Utk illustrasi, belum lama ini, utk suatu urusan, jadwal nubi dalam sehari adalah sbb:

  1. Rawamangun – Roxy
  2. Roxy – Jelambar
  3. Jelambar – Gunung Sahari
  4. Gunung Sahari – Jelambar
  5. Jelambar – Rawamangun.

Motor yang dipakai, Scoopy with box. Plus kondisi cuaca ya, biar seru, pagi cerah, siang mendung, after lunch hujan intensitas sedang sampai sore. Tambahan info, rute2 diatas sudah terjadwal kecuali rute #2 & 4 which are jadwal mendadak, konsekuensinya, tadinya mau “eco driving” jadi terpaksa “simoncelli driving” (bukan speednya tapi uji nyali selap-selipnya). Bawaannya tas ransel isi laptop, tapi karena ada box jadi gak terlalu diperhitungkan sebagai beban, masukin box, beres!

Buat agan2 yang biasa wara wiri di DKI mungkin bisa ada bayangan spt apa kondisi lalinnya, apalagi menjelang sore. Puji Tuhan, semua urusan yang dijadwalkan beres hari itu, memang akhirnya beres hari itu juga.

Sebagai rider motor laki sejak lama, nubi harus mengakui bahwa mengendarai motor matic ini punya kenikmatan tersendiri. Nubi bayangkan kalo hari itu nubi pakai motor laki, sangat mungkin semua urusan juga beres, tapi in between prosesnya itu lho. Pakai mobil? Sampai sore mungkin baru #3. Meliuk-liuk di tengah lalin yang padat dengan motor matic dan motor laki jelas beda (apalagi pake PIBO, gak bisa belok, gigi netral susah, hahaha… joking bro, piss). Sesampainya di rumah, malam hari, nubi merasa tidak seletih kalau pergi seharian dengan motor laki, personal ya, but at least itu fakta yang nubi rasakan.

Btw, motor maticnya bukan “sembarang” matic ya, kalau pake MP3 atau GTS ya sama aja bo’ong, hihihi. Faktor2 ini perlu hadir,  body yang relatif kecil, bobot yang ringan dan kemampuan manuver yang tinggi. Kalo faktor kenceng imho gak terlalu penting tapi kalo memang kenceng juga kenapa gak? Kalau semua itu dah ada silahkan coba dan rasakan bedanya bro… ^_^

Scoopy dengan seabrek bawaan

 

Jadi kapan enaknya pakai motor laki atau motor besar? Pantau terus ya bro…

Advertisements

Comments»

1. ipanase - July 13, 2011

ngeri, matic aja kalo gitu

2. elsabarto - July 14, 2011

untuk kemacetan seperti lebih cocok bebek, semi otomatis, masih dapet praktisnya + bbm lbh irit dr matik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: