jump to navigation

Taichi Breeze Jacket – review November 14, 2011

Posted by andre455 in Otomotif.
Tags: ,
trackback

Menyambung tulisan nubi sebelumnya, jaket ini dipakai perdana dalam touring to Puncak bersama MoVe Indonesia dan PT Piaggio Indonesia, 12 November 2011. Penampakan luar terlihat biasa saja, tidak “catching” bahkan cenderung low profile. Pada lapisan paling luar ada konstruksi berupa jaring dari bahan polyester yang kuat. Lapisan jaring ini menutupi bagian dada, sepanjang lengan dan punggung. Terlihat juga reflection patch yang tipis di bagian depan dan belakang, berguna untuk membuat pengguna jalan lebih waspada terhadap keberadaan pengguna jaket ini. Jaket ini juga dilengkapi adjuster di bagian pinggang dan tangan untuk keperluan fitting. Ada dua kantong di bagian kiri dan kanan, dilengkapi zipper dan cukup besar untuk memasukkan gadget2 rider.

Melongok kedalam tidak terlihat sesuatu yang spesial, ada 1 kantong cukup besar dilengkapi zipper. Nubi juga bisa meraba pad protector yang terasa solid di bagian bahu, lengan dan punggung. Meskipun dikatakan bahwa protector ini bersifat removable, nubi rasa agak sulit untuk melepasnya karena sepertinya harus membuka kantong jahitan bagian atas di tiap2 pad protector.

Hal yang unik adalah bahwa sebagian besar dari jaket ini terdiri dari 3 lapisan, dan semuanya memiliki konstruksi jaring. Meskipun 2 lapisan terdalam memiliki lubang2 yang lebih rapat, namun jika diperhatikan lebih dekat dari bagian dalam jaket, terlihat transparan. Mungkin karena konstruksi ini, maka jaket ini diberi nick name “Breeze” dalam bahasa Indonesia bisa diartikan angin sepoi2 atau semilir. Dan memang efek seperti itu yang didapat jika rider mengenakan jaket ini. Meskipun terasa agak berat – karena protectornya – namun jaket ini terasa relatif tidak panas sewaktu dipakai dalam cuaca terik sekalipun, apalagi jika dalam keadaan berjalan, rider bisa merasakan hembusan lembut angin yang menyeruak melewati pori2 jaket ini. Nyaman sekali!

Difoto outdoor dengan background tembok putih, cuaca sore cerah

Kembali ke touring to Puncak, tadinya nubi mengkhawatirkan efek  masuk angin jika mengenakan jaket ini dalam perjalanan ke Puncak, karenanya nubi mengenakan pakaian dalam tambahan berupa kaos tipis, lengan panjang. Namun kekhawatiran nubi tidak terjadi, bahkan nubi merasa sangat nyaman dengan jaket ini, baik dalam perjalanan yang lancar sewaktu naik dan macet sewaktu turun. Dalam perjalanan pulang melewati Lenteng Agung yang macet luar biasa, nubi juga tidak merasakan gerah yang berlebihan mengenakan jaket ini, bahkan dalam kondisi tidak bergerak karena macet, nubi masih bisa merasakan sirkulasi udara melalui jaket ini. Hal ini berbeda sekali dengan 2 jaket lain yang nubi pernah pakai sewaktu riding, yang salah satunya berbahan kulit.

Satu hal, jangan menggunakan jaket ini sewaktu hujan, gunakan jas hujan untuk bagian luarnya.

Secara umum, jaket ini sangat baik digunakan untuk city riding, apalagi dalam cuaca dan traffic Jakarta yang sering tidak bersahabat. Nilai tambah lainnya adalah tingkat safety yang ditawarkan jaket ini sangat tinggi tanpa mengorbankan kenyamanan.

Semoga berguna.

Patut dicatat bahwa review adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan sangat mungkin subyektif. Tidak ada unsur sponsor. Tidak perlu dijadikan patokan karena memang tidak harus.

Advertisements

Comments»

1. silver_scooter - November 28, 2011

bener bro, gak panas.. saya pake waktu turing pci di bali. recommended.

andre455 - November 30, 2011

mantab bro!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: