jump to navigation

Kawasaki Z250SL, all about plus perbedaan dengan Ninja 250 RR Mono May 2, 2014

Posted by andre455 in Otomotif.
Tags: , ,
trackback

Z250SL_22

Seperti sudah tradisi bagi KMI untuk meluncurkan varian naked dari setiap versi sport, pada tgl Kamis 30 April yang lalu akhirnya muncul juga Kawasaki Z 250 SL (Super Light) yang merupakan varian naked dari Ninja 250RR Mono. Lalu selain desain tanpa fairing, apa saja bedanya antara Z250SL dengan Nina 250RR Mono?

 Lampu depan tetap mirip dengan Ninja RR Mono, bedanya tanpa fairing. Pada Z250SL ada shourld di tangkinya dan memiliki air scoop di bawah mesin.

“Setang kami ganti tidak lagi menggunakan model jepit, ini lebih tegak. Selain itu, suspensinya juga berubah, sedikit lebih lembut dari Ninja RR Mono,” beber Shimada, Asistant General Manager Marketing PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI). Pecinta motor turing atau yang merasa gak penting banget punya motor dengan posisi riding yang nungging, disinyalir akan terpincut oleh Z250SL. 

Perbedaan pada settingan suspensi sudah disesuikan dengan jalanan perkotaan. Untuk bobot, 148 kg untuk versi standar, dan 150 kg untuk versi ABS.

Sudah, itu saja bedanya, item lainnya bisa dikatakan mirip dengan Ninja 250RR Mono. Rangkanya masih mengusung model turbular tube diamond. Pada desain street fighter-nya ini, ada kejutan dengan option warna merah pada rangka. 

“Sedang mesin dan sasis Z250SL sama seperti Ninja RR Mono,” sambung Shimada. Yup, mesinnya tetap mengusung satu silinder DOHC 4 klep 250 cc atau tepatnya 249 cc dari konfigurasi bore 72 mm dan stroke 61.2 mm. Mesin ini sudah injeksi bahan bakar dan diklaim memiliki output power hingga 28 dk pada 9.700 rpm. Transmisinya menggunakan gearbox 6 percepatan.

Untuk harga, sayangnya hanya beda tipis dengan Ninja 25RR Mono, Z250SL dijual Rp 38,9 juta untuk model non antilock brake system (ABS), sedang yang menggunakan ABS dilepas Rp 44,9 juta. Motor ini baru akan didistribusikan mulai akhir Mei 2014. 

 

Spesifikasi Kawasaki Z250SL

  • Engine type : Liquid-cooled, 4-stroke 1 Cyl DOHC
  • Displacement : 249 cc
  • Bore x stroke : 72.0 x 61.2 mm
  • Compression ratio: 11.3:1
  • Valve/Induction system : DOHC, 4 valves
  • Fuel system : Fuel injection 38 mm x 1
  • Ignition :  Keihin, Transistorized Ignition
  • Electric: Starting
  • Lubrication : Forced lubrication, wet sump
  • Maximum power 20.6 kW / 9,700 rpm
  • Maximum torque 22,6 N·m / 8,200 rpm
  • Transmission 6-speed, return
  • Final Drive Sealed chain
  • Clutch : Wet multi-disc, manual
  • Frame type : Tube diamond
  • Rake/Trail : 24 derajat / 90 mm
  • Wheel travel : front 110 mm
  • Wheel travel : rear 116 mm
  • Tyre front : 100/80-17 M/C (52S)
  • Tyre rear : 130/70-17 M/C (62S)
  • Steering angle left / right : 36 derajat / 36 derajat
  • Suspension, front :  telescopic fork 37 mm
  • Suspension, rear : Bottom-Link Uni-Trak swing arm
  • Brakes, front : Single 263 mm petal disc. Caliper: dual-piston.
  • Brakes, rear : Single 193 mm petal disc. Caliper: Dual-piston.
  • Dimensions (L x W x H) : 1.935 mm x 685 mm x 1,075 mm
  • Wheelbase : 1,330 mm
  • Seat height : 780 mm
  • Fuel capacity : 11 litres
  • Curb Mass : 148 kg / 150 kg (ABS)

Sumber: http://motor.otomotifnet.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: