jump to navigation

Suzuki Inazuma aka GW250 – first impression June 27, 2014

Posted by andre455 in Otomotif.
Tags: , ,
trackback

Dari segi penampilan, Inazuma aka GW250 cenderung low profile bahkan sangat bersahaja kalau tidak bisa dikatakan ketinggalan jaman dalam hal desain. Rider yang terbiasa mencari penampilan motor yang ‘cutting edge’ akan kecewa dengan tampilan Inazuma. Nothing special here.

Inazuma_headlight

Mulai dari depan, single headlamp yang disinyalir mirip dengan headlamp ala Suzuki B King. Bagian kemudi diakomodasi oleh model stang jepit dengan lebar stang moderat, sedikit menyiratkan kesan sport.

Lanjut ke panel indikator, bagian ini cukup menonjol dengam kombinasi teknologi analog dan digital dan indikasi yang ditampilkan juga cukup lengkap. Untuk indikasi tachometer RPM tampil dalam versi analog, sementara petunjuk kecepatan, bensin, odometer, trip 1 dan 2, jam, mode berkendara ‘ECO’, ‘Normal dan ‘Standar’, juga ‘Maintenance’ dan petunjuk gear tampil secara digital. Yang nubi sayangkan adalah bahwa rider harus memilih untuk menampilkan antara jam, odo, trip 1 atau trip 2. Adalah lebih baik jika tampilan jam bisa selalu muncul didampingi oleh pilihan odo atau trip 1 – 2. Hal yang menarik adalah adanya indikator petunjuk gear yang sedang digunakan.

Inazuma_instrument_panel

Tuas-tuas kontrol pada bagian setang kiri dan kanan juga terlihat simpel pada Inazuma yang menganut sistem AHO ini. Penempatan switch juga normal, tidak nyeleneh. Rider dijamin tidak kagok

Inazuma11

Inazuma10

Bagian tangki dengan kapasitas 13,3 liter juga terlihat konvensional namun terbantu dengan tutup tangki rata dan desain shroud yang cukup agresif dengan desain lampu sein yang menyatu dibagian ini.

Inazuma13

Inazuma15

Untuk jok, Inazuma juga cenderung konvensional dengan masih menganut single seat dengan desain jok bertingkat. Jok ini tergolong empuk dan nyaman. Inazuma juga masih dilengkapi dengan behel dibelakang jok. Behel ini selain berguna untuk pegangan tangan boncenger juga berguna untuk rider menegakkan motor dengan bobot 182 kg karena Inazuma masih menyediakan standar tengah. Sedikit catatan mengenai standar tengah Inazuma, nubi menemukan bahwa menegakkan motor dengan standar tengah tidaklah berat, bahkan cukup enteng mungkin karena disribusi bobot yang merata.

Inazuma_seat

Lampu belakang terlihat cukup besar diikuti dengan body plastik yang juga sangat lebar, agak terlalu lebar menurut nubi, kurang proporsional. Spakbor belakang juga demikian, lebar dan memanjang kebawah. Lebarnya body belakang dan spakbor ini membuat tampilan belakang Inazuma terlihat agak ‘kedodoran’, korbannya adalah ban belakang Inazuma yang walaupun dengan ukuran 140/17 jadi terlihat ‘ramping’. Spakbor yang ‘gambot’ juga diaplikasikan pada roda depan, membuat roda tampak seperti ‘tenggelam’, sekalipun demikian spakbor besar ini sangat berguna pada kondisi jalan basah.

Inazuma17

 

Ada beberapa detail yang seringkali tidak terlalu tampak jika tidak dilihat langsung, misalnya penampakan menyerupai insang pada bagian bawah tangki dan pada body belakang.

Inazuma19

Kejutan yang menyenangkan dari Suzuki adalah adanya fitur fork brace pada suspensi depan.

Inazuma14

Sektor pengereman didukung oleh rem cakram, depan dan belakang.

Inazuma21

Pada sektor mesin, Suzuki melengkapi Inazuma dengan radiator plus fan pendingin, dijamin aman menembus macet.

Inazuma05

Inazuma04

Seperti itulah penampilan Inazuma, cenderung sederhana mesikupun aura big bike pada motor ini tetap terlihat kentara dan sulit disamarkan oleh tampilan yang bersahaja. Tampilan mesin tampak penuh dan solid, didukung oleh desain tangki dan shroud. Pamungkasnya adalah tampilan knalpot ganda yang sangat mencolok. Kualitas finishing pada Inazuma bisa dikatakan sangat baik dan rapi, terlihat mulai dari sambungan chassis, pemasangan body parts dan perangkat elektronik.

Inazuma03Inazuma01

 

Inazuma06

 

Inazuma_persp01

Putar kunci kontak pada posisi ‘on’ dan jarum tachometer akan melonjak girang, diikuti dengan hidupnya semua petunjuk indikasi. Bunyi ‘swing’ tinggi khas pada motor injection akan menyusul setelah diaktifkannya tombol engine pada posisi ‘on’. Tekan tombol start dan mesin akan menyalak halus diikuti deruman mesin yang juga halus namun terasa sekali potensi tenaga yang siap mencuat keluar diiringi oleh suara ‘kitiran’ khas mesin dua silinder, bersahut-sahutan hampir seperti bernyanyi… #lebay. Sensasi suara dua silinder ini sangat khas dan sulit disamai oleh mesin dengan silinder tunggal.

Ada perangkat safety yang dipasang oleh Suzuki, jika standar samping sedang digunakan maka mesin bisa menyala namun akan mati ketika masuk gigi. Fitur ini mengingatkan nubi pada fitur Kawasaki Ninja 650.

Posisi duduk pada Inazuma cenderung hampir tegak, jauh dari posisi merunduk. Posisi ini sesuai dengan positioning Inazuma sebagai motor sport touring. Kaki juga tidak kesulitan menginjak tanah dengan tinggi nubi yang 174 cm. Jok terasa empuk dan leluasa, nubi dengan bobot 85 kg masih bisa sedikit menggeser posisi duduk untuk maju dan mundur. Pijakan kaki juga cenderung santai ditandai dengan posisi kaki yang cenderung ke depan. Mengenai riding position nubi pinjam foto dari otomotifnet dibawah.

Inazuma_riding01

Mengenai riding impression, nubi susul di posting berikutnya. Salam dobel knalpot…

 

Advertisements

Comments»

1. abine qois - June 27, 2014

aura moge nya berasa banget………
menyiratkan penunggangnya yang kalem bersahaja..
————————————–
KASUR BUSA INOAC

2. satellite - June 27, 2014

ngambil juga ya om?

3. smartfaiz - July 2, 2014

Akhir2 ini banyak yg ngracuni inazuma … sabar..sabar….

S.K.P - July 8, 2014

maaf.. saya nggak bisa nahan ketawa, wong saya ngikuti blog smartfaiz dari dulu, juga kisahnya waktu ngambil n250 itemnya.. Wakakaka…!!!

4. kodokijo - July 3, 2014

Memang benar, finisihing motor ini emang halus dan solid. Kalo suka motor cruiser dan hobby turing, motor ini adalah pilihan yg tepat.

5. ahmad - August 9, 2014

wah..matap..

tp ane perhatiin bener2 ko hampir mirip ,gabungan dari tiger2000 sama tiger revo yah..

tp thu menrut aku loh..

6. mbladeush - August 22, 2014

katanya spare parts nya mahal….

—————–

impressi Viar CrossX 200

http://www.bladeus.wordpress.com/2014/08/22/first-ride-viar-trail-crossx-200/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: